Kisah Duel Judi Antara Trump Lawan Kashiwagi

judi casino online

Apabila ada yang mengatakan bahwa penjudi itu tidak berguna, sampah masyarakat tentu itu tidak benar adanya karena mereka harus membaca artikel ini terlebih dahulu. Setelah membaca artikel ini kalian para penggemar judi online di internet akan tersenyum karena mengetahui informasi yang disembunyikan para jurnalis selama bertahun tahun lamanya. Gaess, kalian yang sedang bosan bermain, yang sedang mengalami kekalahan beruntun, hentikan dolo sejenak permainan kalian dan baca baca artikel yang akan membuat mood dan motivasi kalian dalam memenangkan pertandingan akan menggunakan logika bukan emosi. Yuuuk disimakkk ulasannya dari Sang Penulis.

Tahukah kamu kamu sekalian bila ada satu dewa judi yang nyaris membuat bangkrut presiden amerika serikat Donald Trump? Disini Sang penulis telah merangkum informasi informasi yang sangat valid ini, Dewa Judi tersebut bernama Kashiwagi dan ia memenangkan sejumlah uang yang sangat besar ketika bermain di kasino Atlantic City negara bagian New Jersey, Amerika Serikat yang dimiliki oleh Donald Trump. Kedua pria ini saling mengenal satu sama lain dalam dunia perjudian, tapi pada satu momen yang terjadi hubungan keduanya dalam perjudian nyaris membuat sang presiden Amerika Serikat kini itu bangkrut. Hal ini tentu saja juga menunjukkan bahwa diri Trump ini bukanlah hanya pemilik kasino semata namun ia juga seorang penjudi yang impulsif dan terkadang ceroboh dalam bertaruh karena menggunakan emosinya.

Pada buku terbitan tahun 1997 The Art of the Comeback, Trump menjelaskan bahwa awal ia bertemu Kashiwagi, ia menganggap dirinya sebagai investor tangguh yang hanya akan berurusan dengan fakta dan alasan. Tetapi ketika ia berduel dengan the big whale dari negara Jepang di meja judi, ia kemudian sadar “Bahwa karir diriku sebagai investor selama puluhan tahun ternyata sebenarnya pun adalah karir penjudi, sesuatu yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya,”. Trump pun terpancing emosinya ketika ronde ronde perjudiannya disini ketika melawan Kashiwagi ternyata gagal dan banyak mengalami kekalahan, namun ia tidak berhenti.

Justru ketika itu sang taipan amerika serikat nyentrik ini malah semakin menggandakan taruhannya di meja judi, tapi dia melakukannya dengan cara licik pula dimana ia memanggil seorang mantan ahli matematika dari RAND Corporation untuk menyusun sebuah rencana yang akan semakin memaksimalkan kesempatan dirinya untuk mengelabui saingan Jepangnya di meja judi tersebut. Dan ternyata cara cara itu berhasil, Kashiwagi menderita kekalahan dalam jumlah besar.

Untuk jumlah kekalahan Kashiwagi ini dapat kamu temukan di artikel artikel yang membahas kekalahan dewa judi terbesar pada era modern. Disini setidaknya dalam ingatan seorang Trump, pertarungan dirinya dengan Kashiwagi adalah salah satu dari banyak kemenangannya dalam meja permainan poker.

Lantas bagaimana kisah pertarungan sebenarnya dewa judi dari Jepang ini bisa melawan Trump? Mari kita simak adegan selanjutnya.

Latar belakang duel Poker hidup mati antara Trump dan Kashiwagi

Yang harus kalian tahu adalah sebelum Donald Trump terjun ke dunia perjudian, Kashiwagi sudah terlebih dulu menjadi pemain baccarat kawakan yang memiliki reputasi tinggi di dunia judi bahkan reputasi judinya jauh melampaui namanya di dunia properti walaupun Kashiwagi adalah investor properti kakap dari Jepang yang sering berinvestasi di Amerika Serikat.Trump pertama kali mendengar tentang nama besar Kashiwagi ini ketika Kashiwagi memenangkan hampir 200 milyar rupiah ketika Kashiwagi bermain di kasino Goldsmith’s Diamond Beach, Australia. Dimana kemenangan Kashiwagi ini hampir saja membuat kasino tersebut bangkrut.

Trump pun terpesona dan ingin mengundang Kashiwagi untuk bermain di kasino miliknya di Trump Plaza, karena apabila Kashiwagi berminat datang dan bermain tentu Kasino milik Donald Trump akan menjadi kasino yang bergengsi. Tapi ternyata kedatangan Kashiwagi ke kasino di Trump Plaza itu malah justru membuat sang miliarder nyentrik ini merugi besar.

Duel Pertama pada Meja Baccarat

“Dari putaran pertama, Kashiwagi sudah mulai mengalahkan kita,” ungkap Trump dalam sebuah wawancara. “Apa yang sedang aku lakukan? Saya bertanya pada diri sendiri,” ungkap dirinya kembali. “Arus kas kasino menjadi turun, dan saya telah bermain dengan seorang pria yang bisa memenangkan 400 atau 500 milyar rupiah hanya dalam beberapa hari.”Trump sadar, ini bisa membuatnya gulung tikar.

Yang pemain profesional kelas kakap sadari adalah setiap permainan kasino memiliki keunggulan bawaan untuk rumah rumah kasino yang menyediakan perjudian. Tetapi disini Trump menjadi khawatir ketika akhirnya dia memahami fakta bahwa permainan baccarat menawarkan keunggulan yang relatif kecil persentasenya bagi bandar. ( Informasi ini penting untuk kalian simak ya, Gaes! )

“Pada saat itu saya bergidik dan saya menyadari untuk pertama kalinya bahwa saya telah menjadi penjudi,” Ungkap Trump lebih jauh. “Tapi hal ini tentu saja tidak ada hubungannya dengan logika atau alasan. Saya hanya duduk di salah satu kursi meja dan menyaksikan salah satu penjudi terbaik di dunia bermain melawan saya dengan taruhan hingga 3 Milyar rupiah per putaran permainan, dan saya hitung total frekuensi permainan ini bahkan mencapai tujuh puluh kali tiap jamnya.”. Trump sangat cemas ketika itu

Maka Trump pun menelepon ke kantor kasino pada larut malam untuk memeriksa buku besar kas. Dan ketika itu juga Trump paham telah merugi 40 Milyar Rupiah dan tentu saja jumlah ini akan segera berlipat ganda hingga membuat kasinonya Atlantic City terancam bangkrut dan gulung tikar. Saat itu menurut para jurnalis khusus perjudian, Kashiwagi telah memiliki begitu banyak chip sehingga bahkan dia harus menumpuknya di lantai.

Namun Trump beruntung karena di akhir permainan, setelah Kashiwagi mengalami sejumlah episode kemenangan dan kekalahan, Kashiwagi hanya mengantungi 75 Milyar Rupiah dari kasino Trump tersebut. Tak ingin kehilangan uang 75 Milyarnya begitu saja disini Trump mulai memutar otak. Ia lalu mengundang kembali Kashiwagi untuk berjudi kembali di tempatnya di Atlantic City; dan menyewa jasa Jess Marcum seorang analis peluang matematika dari lembaga perhitungan matematika raksasa RAND Corp.

Trump kemudian berkonsultasi dengan Jess Marcum, ahli perhitungan probabilitas matematika dan membahas bagaimana memaksimalkan peluangnya ketika pertarungan kedua dengan Kashiwagi terjadi. Marcum lalu mengusulkan ide perjanjian “pembekuan”. Dalam kesepakatan ini, pemain akan diberikan batasan taruhan hanya sebesar 150 Milyar. Disini tentu saja dengan pembatasan taruhan, maka Kashiwagi hanya akan membawa 150 milyar rupiah ke meja judi dan bermain sampai Kashiwagi menggandakan nilai tersebut atau kehilangan 150 milyarnya. Dan dengan taruhan sebesar ini seharusnya akan memakan waktu lama bagi Kashiwagi untuk dapat melipatgandakan kemenangannya dalam sehari.

Lalu Marcum juga mensimulasikan pertandingan pertandingan yang akan terjadi dalam catatan tangan yang lebih terperinci. Dimana ketika awal permainan Kashiwagi maka jumlah saldo kemenangannya mungkin akan melonjak lebih cepat, tetapi setelah permainan berlangsung selama akumulasi 75 jam bermain di meja tersebut maka nalar dan otak seseorang akan menjadi jauh lebih lama untuk menganalisa dan berpikir daripada ketika pemain bermain pertama kalinya lalu peluang pemain tersebut untuk menang akan turun menjadi 15 persen. ( Gaess, mohon perhatikan pula hal ini pula ya ! ) Kejadian ini terjadi pada November 1990, dan Trump hampir saja bangkrut ketika itu karena sebagai pengusaha, pastinya Trump tidak memegang uang tunai untuk membayar langsung penjudi penjudi kakap seperti Kashiwagi.

Duel kedua pada Meja Poker

Seperti yang telah ditebak, Kashiwagi pun akhirnya berkunjung kembali ke Trump Plaza pada Mei 1991. Dan seperti yang sudah ditebak si dewa judi Jepang ini mencapai kemenangan beruntun awal. Tetapi hal kemudian berbalik seperti prediksi Marcum karena setelah Kashiwagi bermain selama enam hari, Trump menang sebesar 100 Milyar.
Yang pada akhirnya seluruh permainan ini membuat Kashiwagi menyerah dan mengalami kekalahan hingga 350 Milyar. Bahkan Kashiwagi pergi dengan marah dan juga meninggalkan utang sebesar 24 Milyar yang harus dibayarkan kepada Trump seolah tidak perduli meski sebelumnya mereka berdua kenal dengan baik.

Semoga kamu kamu sekalian akan menangkap banyak informasi penting dari pertarungan duel poker maupun Baccarat yang terjadi antara Kashiwagi dan Donald Trump ini yang dapat kalian praktekkan ketika bermain judi online. Sampai jumpa kembali.